Pages

Thursday, October 18, 2012

PERSONALIA


1.     PENGERTIAN MANAJEMEN PERSONALIA
DEFINISI:
Istilah personalia, personel atau kepegawaiaan mengandung arti keseluruhan orang-orang yang berkerja pada suatu organisasi. Dengan demikian manajemen personalia adalah manajemen yang menitikberatkan perhatiannya kepada soal-soal pegawai atau personalia di dalam suatu organisasi.
Unutk lebih lengkapnya manajemen personalia itu dapat dirumuskan sebagai berikut: “Manajemen Personalia adalah seni dan ilmu memeperoleh, memajukan dan memanfaatkan tebnaga kerja sedemikian rupa sehingga tujuan organisasi dapat direalisir secar berdaya guna dan berhasil dan adanya kegairahan kerja dari para tenaga kerja.
Definisi lain dari Manajemen Personalia:
Society for personnel administration di Amerika Serikat mendefinisikan:
“Personnel Administration is art of aquiring, developing and maintaining a competent work force in such a manner as to accomplish with maximum efficiency and economy the functions and objectives of the oprganization”
Michael J. Jucius
The field of management which has to do with planning, organizing and controlling various operative function of procuring, developing, maintaining, and utilizing a labour force, in such that the:
a. Objectives for which the company is established are attained economically and effectively
b. Objectives of all levels of personnel are served to the highest possible degree.
c. Objective of the community are duly considered and served.
Jhon B. Miner dan Mary Green Miner
“personnel management may be defined as involving the development, application and evaluation of policies, procedures, method, and programs relating to the individual in the organization.
Disebut juga manajemen sumber daya manusia.
Menurut Flippo:
Manajemen Personalia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dari pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerha karyawan dengan maksud mencapai tujuan individu karyawan, perusahaan, organisasi atau masyarakat.

2.      PEMBAGIAN KERJA FUNGSI PERSONALIA DAN LINGKUP MANAJEMEN PERSONALIA
Dalam perusahaan kecil fungsi personalia dilaksanakan langsung oleh pucuk pimpinan, jadi segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja, seperti penempatan, pelatihan, pendidikan, mutasi dan promosi, kompensasi dan pemberhentian langsung menjadi tanggung jawab pucuk pimpinan.
Pada perusahaan besar sebagian dari aktivitas fungsi personalia didelegasi kepada masing-masing manajer termasuk kepada kepala departemen (bagian atau seksi) personalia. Pembagian kerja akan fungsi personalia, tidak berarti bahwa segala masalah telah dapat diatasi. Bertambah besarnya perusahaan dan semakin kompleksnya aktivitas perusahaan bukan saja menambah kesibukan fungsi pokok. Tetapi pula fungsi personalia. Dibentuknya unit personalia tidak berarti bahwa segala aktivitas mengenai fungsi personalia hanya dikerjakan oleh unit personalia.
Unit Personalia tidak sama statusnya misalnya dengan Unit Produksi atau Unit Pemasaran, sebab Unit Personalia merupakan sebuah “services departement” (bagian pembantu). Unit personalia, berstatus sebagai tenaga staff, ia sering disebit “a specialized staff”. Sebagai “a specialized staff” maka unit personalia, mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
a. Ia terbatas dalam pemberian nasihat dan bantuan dan tidak mempunyai kekuasaan terhadap elemen-elemen lain di didalam organisasi.
b. Nasihat dan bantuan yang diberikan ditujukan kepada seluruh bagian.
c. Ia memberikan nasihat dan bantuan khusus di bidang personalia.
Pada umumnya yang dilaksanakan dalam suatu perusahaan mengenai tugas-tugas personalia ada tiga yaitu:
1. Procuring – memperoleh tenaga kerja
- membuat anggaran tenaga kerja
- menarik tenaga kerja
- membuat job analysis, job description, dan job specification
- menetapkan dan menghubungi sumber-sumber tenaga kerja
- mengadakan seleksi terhadap calon tenaga kerja
2. Developing – memajukan atau mengembangkan tenaga kerja
- melatih dan mendidik tenaga kerja
- mempromiosikan dan memindahkan tenaga kerja
- mengadakan penilaian kecakapan tenaga kerja
3. Mantaining – memanfaatkan tenaga kerja
- memberhentikan tenaga kerja
- memensiunkan tenaga kerja
- memberi kompensasi
- mengurus kesejagteraan pegawai termasuk pembayaran upah, perumahan, rekreasi, pengobatan dan lain sebagainya.
(sumber: http://shelmi.wordpress.com/2009/07/06/manajemen-personalia/)



3.     ASPEK UTAMA MANAJEMEN PERSONALIA
Fungsi Manajerial:
Fungsi ini akan selalu ada dalam setiap manajer, baik secara umum, kepala bagian, manajer divisi dll.
a)      Perencanaan
 ditetapkan dengan jalan penentuan suatu program yang bertujuan untuk membantu dalam proses pencapaian tujuan yang melibatkan partisipasi aktif dari manajer personalia dalam bidang SDM
b)     Pengorganisasian
Merupakan fungsi kelanjutan kegiatan yang harus dilaksanakan setelah manajer personalia menetapkan program yang disusun.
c)      Pengarahan
Merupakan fungsi manajer personalia dalam mengarahkan karyawan dalam melaksanakan tugas atau perintah yang diserahkan agar karyawan mau bekerja secara sukarela dan efektif.
d)     Pengawasan
Merupakan fungsi manajer personalia dalam melakukan tindakan koreksi atau perbaikan-perbaikan yang diperlukan bila terjadi kesalahan.
Fungsi Operasional:
a)      Fungsi pengadaan
Berhubungan erat dengan penarikan tenaga kerja, seleksi dan penempatan tenaga kerja sesuai dengan keahliannya. Terdapat 2 sumber dalam penarikan, yaitu: sumber eksternal (berasal dari lembaga pendidikan, depnaker dan pasar tenaga kerja), sumber internal (berasal dari dalam perusahaan). Kegiatan yg berhubungan dengan pengadaan ada 3, yaitu:
·         Job analysis
·         Job specification
·         Job description

b)     Fungsi pengembangan
Bertujuan untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan pekerja melalui pendidikan dan latihan. Metode latihan manajerial dibagi 2 yaitu:
·         Metode dalam pekerjaan (On the job method): apprentice ship
·         Metode diluar pekerjaan (off the job method): kursus

c)      Fungsi kompensasi
Imbalan jasa yang diberikan kepada karyawan yang bersifat finansial maupun non finansial sesuai dengan sumbangan karyawan terhadap pencapaian tujuan perusahaan. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat upah:
·         Pasar tenaga kerja
·         Peraturan pemerintah
·         Adanya serikat buruh
·         Kemampuan membayar perusahaan
·         Situasi keuangan dan laba perusahaan
·         Dsb.

d)     Fungsi integrasi
e)      Fungsi pemeliharaan

 
1.     HUBUNGAN INDRUSTIAL
Timbul karena adanya buruh yang memerlukan pekerjaan dan manajemen yang membutuhkan tenaga untuk mencapai tujuan perusahaan.
4 unsur dalam hubungan perburuhan:
·         Buruh:  orang yang bekerja dibawah perintah orang lain dan menerima upah sebagai imbalan atas pekerjaan yang mereka lakukan.
·         Majikan/pengusaha: pemilik yang dapat memperkejakan orang lain untuk kemajuan dan keberhasilan perusahaan.
·         Organisasi Perburuhan: biasa disebut serikat buruh, suatu organisasi dengan tujuan memperjuangkan dan memperbaiki kepentingan anggota-anggotanya yang ada dalam hubungan kerja mereka secara sukarela.
·         Organisasi Perusahaan: dibentuk untuk melakukan kerja sama dengan orang lain baik menyangkut soal teknis atau ekonomis demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan.

2.      HUBUNGAN INDUSTRIAL PANCASILA
Merupakan suatu hubungan yang terbentuk antara karyawan, pemerintah, pengusaha dalam hubungannya dengan kegiatan operasional perusahaan dalam mengahsilkan barang/jasa yang didasarkan oleh sila-sila pancasila dan UUD 1945 sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
2 asas penting dalam idustrial pancasila:
a)      Asas kekeluargaan dan gotong royong
b)      Asas musyawarah untuk mencapai mufakat


3.      PERNJANJIAN KERJA BERSAMA
Serikat buruh dapat menekankan perjanjian kerja bersama sebagai senjata apabila terjadi ketidak cocokan kesepakatan antara manejemen perusahaan dengan serikat buruh, diantaranya:
1)      Boikot
2)      Pemogokan
3)      Penghasutan
               Ada juga 3 bentuk perjanjian kerja bersama yang slaing menguntungkan kedua belah pihak:
1)      Closed shop agreement (perusahaan hanya mempekerjakan anggota serikat buruh saja)
2)      Umum shop agreement
3)      Open shop agreement

KESIMPULAN:   
manajemen personalia merupakan sebuah fungsi dari manajemen yang berkaitan dengan manusia khususnya tentang bagaimana menjalin kerjasama dalam dalam mengembangkan dan menumbuhkan berbagai kebijaksanaan dalam mempengaruhi orang - orang.

Wednesday, October 17, 2012

PENGANTAR BISNIS BAB 1


1.    Pengertian Bisnis dan Jenisnya
Menurut Machmud Machfoedz
Bisnis adalah usaha perdangan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang terorganisasi untuk mendapatkan laba dengan memproduksi atau menjual barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

Menurut Brown and petrello (1976)
“Business is an institution wich produces goods and services demmanded by people.” Artinya bisnis adalah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Menurut Griffin and Ebbert (1996)
“Business is an organization that provide goods and services in order to earn provit.” Dengan kata lain, Laba merupakan daya tarik utama untuk melakukan bisnis.

Menurut Ilmu Ekonomi
bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.


Jenis/bentuk Bisnis
  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan toko dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali properti intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk publik, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan properti, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

2.    Tujuan kebiajakan bisnis
Secara umum tujuan dari bisnis adalah menyediakan produk berupa barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen serta memperoleh keuntungan dari aktivitas yang dilakukan.

3.    Sistem perekonomian dan sistem pasar
Sistem perekonomian adalah sistem yang di gunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut.

1 Perekonomian terencana
   perekonomian terencana ada 2 yaitu komunisme dan sosialisme
   a. sistem perekonomian komonisme adalah sistem perekonomian dimana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian
  b. sistem perekonomian sosialisme adalah suatu sistem perekonomian  yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepeda setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi dengan campur tangan pemerintah

2. Perekonomian pasar
    perekonomian pasar bergantung pada kapitalis dan liberalisme untuk menciptakan suatu lingkungan dimana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli brang yang mereka inginkan
 a. Sistem perekonomian kapitalis
    Sistem perekonomian kapitalis adalah sistem perekonomian yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian
  b. Sistem perekonomian liberalis adalah suatu filosofi ekonomi dan politik

4.    Kesempatan bisnis atau usaha

Ada salah satu quotes yang megatakan bahwa,  "No dream comes true until you wake up and go to work". Jadi,untuk menjadi pebisnis yang berhasil,kita harus benarbenar berusaha dan pantang menyerah. Karena ketika kita memulai bisnis,belum tentu kita akan mendapat laba. Untuk itu,bermimpi agar menjadi sukses tidak akan cukup jika kita tidak membuat mmpi itu menjadi nyata. Kita harus kreatif,inovatif dan mampu mebaca peluang-peluang yang ada. Howard Schultz ,CEO Starbucks mengatakan  bahwa ,“Tim manajemen kami 100% berfokus pada pengembangan bisnis inti kami tanpa adanya selingan dari inisiatif lainnya ”. Jadi,agar bisnis berkembang baik kita perlu berfokus dan memiliki manajemen yang baik dengan cara menetapkan sasaran dan merumuskan strategi.
            sumber:buku Bisnis Ricky W.Grifffin dan Ronald J.Ebert edisi ke enam jilid satu hal.147 (pendapat CEO Starbucks)

5.    Unsur-unsur penting dalam aktivitas ekonomi
  1. Keinginan manusia
  2.  Faktor-faktor produksi
  3.  Cara-cara berproduksi ( Techniques of production)  
6.    Hakikat bisnis 
   Seorang bisnisman atau wirausahawan akan melihat kebutuhan masyarakat lingkungannya.Upaya ini merupakan proses mengidentifikasipotensi bsnis, bahkan dalam hal ini biasanya diikuti dengan perkiraan atau antisipasi atas pertumbuhan potensi pasar tersebut di masa datang. Disamping itu juga akan memperhitungkan adanya persaingan yang timbul dari pengusaha lain yang juga bergerak dalam melayani kebutuhan pasar yang sejenis. Disisi lain pengusaha haruslah memikirkan tersedianya sumber daya serta sumber dana besrta dengan cara yang sebaik-baiknya guna melayani kebutuhan pasar tersebut dengan memproduksikan dan menyajikan barang dan jasa yang dihasilkan itu kepada masyarakat, kelebihan hasil di ongkosnya itulah yang merupakan laba atau keuntungan  

7.      Mengapa harus belajar bisnis?
1.      Adanya pengaruh bisnis dalam kehidupan sehari-hari
2.      Perlunya bisnis untuk meraih laba atau keuntungan
3.      Pengaruhnya di masa depan.
 
Copyright 2012 Just the way I am :p. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates