Pages

Monday, March 21, 2016

BAB 2 Perkembangan dan Klasifikasi Akuntansi Internasiona

Perkembangan Akuntansi Internasional

Akuntansi mengalami perkembangan yang sangat pesat seiring dengan tumbuh dan berkembangnya bisnis surat-surat berharga khususnya bisnis saham di pasar modal.  Masyarakat Amerika telah mengenal bisnis tersebut sejak tahun 1900 (Belkaoui, 2007). Dalam masa saat ini,  studi ilmu akuntansi telah menjadi prioritas penting dalam dunia bisnis, karena akuntansi sebagai alat komunikasi informasi keuangan dengan berpedoman pada peraturan akuntansi yang telah ditetapkan yang membantu mempermudah para pengguna yang berkepentingan dalam memahaminya informasi keuangan. Berikut terdapat tahapan perkembangan akuntansi, meliputi:
1.      Akuntansi awalnya tidaklah lebih dari sistem pencatatan untuk jasa perbankan tertentu dan skema pemungutan pajak.
2.      Timbulnya perusahaan modern yang mendorong pelaporan keuangan dan auditing secara periodic.
3.      Akuntansi memberikan informasi pengambilan keputusan kepada pasar surat berharga umum domestik dan internasional
4.      Akuntansi memperluas lingkupnya terhadap konsultasi manajemen dan menggabungkan teknologi informasi ke dalam sistem dan prosedur.
ada delapan (8) factor yang juga mempengaruhi perkembangan akuntansi internasional, yaitu :

1.      Sumber pendanaan
Negara yang memiliki pasar ekuitas yang kuat, akuntansi memiliki fokus atas seberapa baik manajemen menjalankan perusahaan dan dirancang untuk membantu investor menganalisis arus kas masa depan dan resiko terkait. Sedangkan dalam negara yang menerapkan sistem berbasis kredit, memiliki fokus atas perlindungan kreditor melalui pengukuran akuntansi yang konservatif.

2.      Sistem Hukum
Dunia barat mempunyai dua orientasi dasar yaitu hokum kode (sipil) dan hokum umum (kasus). Hokum kode diambil dari hokum Romawi dan kode napoleon. Di Negara-negara yang menerapkan hokum kode, aturan akuntansi digabungkan dalam hokum nasional dan cenderung sangat lengkap serta mencakup banyak prosedur. Sedangkan hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap. Aturan akuntansi menjadi adaptif dan inovatif karena ditetapkan oleh organisasi professional sector swasta.

3.      Perpajakan
Di kebanyakan Negara, peraturan pajak secara efektif menentukan standar karena perusahaan harus mencatat pendapatan dan beban dalam akun mereka untuk mengklaimnya guna keperluan pajak. Namun, ketika akuntansi keuangan dan pajak terpisah, kadang-kadang aturan pajak mengharuskan penerapan prinsip akuntansi tertentu, yang berbeda dengan prinsip akuntansi keuangan.

4.      Ikatan Politik dan Ekonomi
Banyak Negara berkembang yang menerapkan system akuntansi yang dikembangkan oleh bangsa lain, entah karena paksaan ataupun karena keinginan sendiri. Seperti contoh sistem pencatatan double entry yang berawal di italia kemudian menyebar di Eropa; Inggris mengekspor akuntan dan konsep akuntansi di seluruh wilayah kekuasaannya; pendudukan jerman pada saat PD II menyebabkan Perancis menerapkan plan comptable. USA memaksa rezim pengatur akuntansi bergaya USA di Jepang pada saat PD II.

5.      Inflasi
Inflasi menyebabkan distorsi terhadap akuntansi biaya histories dan mempengaruhi kecenderungan (tendensi) suatu Negara untuk menerapkan perubahan terhadap akun-akun perusahaan.

6.      Tingkat Perkembangan Ekonomi
Faktor ini mempengaruhi jenis transaksi usaha yang dilaksanakan dalam suatu perekonomian dan menentukan manakah yang paling utama. Masalah akuntansi seperti penilaian aktiva tetap dan pencatatan depresiasi yang sangat relevan dalam sector manufaktur menjadi semakin kurang penting.

7.      Tingkat Pendidikan
Standar praktik akuntansi yang sangat rumit akan menjadi tidak berguna jika disalahartikan dan disalahgunakan. Pengungkapan mengenai resiko efek derivative, misalnya, tidak akan informatif kecuali jika dibaca oleh pihak yang berkompeten.
8.      Budaya
Budaya berarti nilai-nilai dan perilaku yang dibagi oleh suatu masyarakat. Variasi budaya mendasari pengaturan kelembagaan di suatu Negara.


KLASIFIKASI  AKUNTANSI INTERNASIONAL
Klasifikasi merupakan dasar untuk memahami dan menganalisis mengapa dan bagaimana sistem akuntansi nasional berbeda-beda. Tujuan pengklasifikasian adalah:
1.      Dapat membantu mengetahui sejauh mana suatu sistem memiliki kesamaan dan perbedaan,
2.      Bentuk-bentuk perkembangan sistem akuntansi suatu negara dibandingkan yang lain serta kemungkinannya untuk berubah, dan
3.      Alasan mengapa suatu sistem mempunyai pengaruh dominan dibandingkan dengan yang lain.
Selain itu pengklasifikasian tersebut seharusnya juga dapat membantu dalam pengambilan keputusan untuk menilai prospek dan problem dalam masalah harmonisasi internasional.
Klasifikasi akuntansi internasional dapat dilakukan dalam dua cara yaitu klasifikasi Subjektif dan secara Empiris. Klasifikasi Subyektif yaitu klasifikasi dengan pertimbangan bergabung pada pengetahuan, intuisi dan pengalaman, sedangkan klasifikasi  yang teruji secara empiris yaitu klasifikasi secara empiris menggunakan metode statistic untuk mengumpulkan data prinsip dan prektek akuntansi seluruh dunia.
Empat pendekatan terhadap perkembangan akuntansi di negara-negara Barat dengan sistem ekonomi berorientasi pasar :

1) Berdasarkan pendekatan makroekonomi
Berdasarkan pendekatan ini, praktik akuntansi didapatkan dari dan dirancang untuk meningkatkan tujuan makroekonomi nasional. Contohnya negara Swedia.

2) Berdasarkan pendekatan mikroekonomi
Pada pendekatan ini, akuntansi berkembang dari prinsip-prinsip mikroekonomi. Contohnya negara Belanda.

3) Berdasarkan pendekatan independen
Berdasarkan pendekatan ini, akuntansi berasal dari praktik bisnis dan berkembang secara ad hoc, dengan dasar perlahan-lahan dari pertimbangan, coba-coba dan kesalahan. Contohnya negara Inggris dan Amerika Serikat.

4) Berdasarkan pendekatan yang seragam
Pada pendekatan ini, akuntansi distandardisasi dan digunakan sebagai alat untuk kendali administrasi oleh pemerintah pusat. Contohnya adalah negara Perancis.

Sumber: http://eriahandaresta.blogspot.co.id/2011/04/perkembangan-dan-klasifikasi-akuntansi.html
http://maristafitri.blogspot.co.id/2015/03/perkembangan-dan-klasifikasi-akuntansi.html


Akuntansi Internasional BAB !

AKUNTANSI INTERNASIONAL

PENDAHULUAN
Akuntansi Internasional adalah akuntansi untuk transaksi internasional, perbandingan prinsip akuntansi antarnegara yang berbeda dan harmonisasi berbagai standar akuntansi dalam bidang kewenangan pajak, auditing dan bidang akuntansi lainnya. Akuntansi harus berkembang agar mampu memberikan informasi yang diperlukan dalam pengambilan keputusan di perusahaan pada setiap perubahan lingkungan bisnis.

SUDUT PANDANG SEJARAH
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan (double-entry bookkeeping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi yaitu berawal dari negara-negara kota di Italia pada abad ke-14 dan 15.
Seiring dengan kekuatan ekonomi Amerika Serikat yang tumbuh selama paruh pertama abad ke-20, kerumitan masalah-masalah akuntansi muncul secara bersamaan pula. Berkebalikan dengan sifat warisan akuntansi yang internasional tersebut adalah bahwa di banyak negara, akuntansi tetap merpakan masalah nasional, dengan standar dan praktik nasional yang melekat sangat erat dengan hukum nasional dan aturan professional. Hanya terdapat sedikit pemahaman atas ketentuan yang sejenis dengan negara lain. Namun demikian, akuntansi melayani manusia dan organisasi yang lingkup keputusannya semakin internasional.

SUDUT PANDANG KONTEMPORER
Sekarang ini terdapat sejumlah faktor tambahan yang turut menambah pentingnya mempelajari akuntansi internasional. faktor-faktor ini tumbuh dari pengurangan yang signifikan dan terus-menerus hambatan perdagangan dan pengendalian modal secara nasional yang terjadi bersamaan dengan kemajuan dalam teknologi informasi.
Pengendlian nasional terhadap arus modal, valuta asing, investasi asing langsung, dan transaksi terkait telah diliberalisasikan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir, sehingga mengurangi hambatan-hambatan terhadap bisnis internasional. Kemajuan dalam teknologi informasi juga menyebabkan perubahan radikal dalam ekonomi produksi dan distribusi.

PERTUMBUHAN DAN PENYEBARAN OPERASI MULTINASIONAL
 Bisnis internasional secara tradiosnal terkait dengan perdangan luar negeri. Kegiatan yang berangkat dari masa lampau ini akan terus berlanjut tanpa terputus. Ketika dimasa lalu perdagangan jasa mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dan berkembang dengan tingkat yang lebih cepat daripada perdangan barang.
 Topic akuntansi yang utama berhubungan dengan kegiatan eksport dan import adalah akuntansi untuk transaksi dalam mata uang asing. Saat ini, bisnis internasional melebihi perdagangan luar negeri dan meningkatkan asosiasi dengan investasi asing langsung, yang meliputi pendirian sistem manufaktur atau distribusi diluar negeri dengan membentuk afiliasi yang dimiliki seutuhnya, usaha patungan, atau aliansi strategis.
 Saat terlihat jelas adanya bras dari Negara-negara maju terhadap investasi asing, secara langsung arus investasi asing meledak kenegara-negara berkembang sejak awal tahun 1990an sehingga menunjukan bahwa MNC makin menyadari bahwa Negara-negara tuan rumah ini (house country) menjadi lokasi investasi yang menarik.

KOMPETISI GLOBAL
Faktor lain yang turut menyumbangkan makin pentingnya akuntansi internasional adalah fenomena kompetisi global.penentuan acuan (benchmarking), suatu tindakan untuk membandingkan kinerja satu pihak dengan suatu standar yang memadai, bukanlah hal baru. Hal yang baru adalah standar perbandingan yang kini melampaui batas-batas nasional.
Dalam penentuan acuan terhadap pesaing internasional, seorang harus berhati-hati untuk memastikan perbandingan yang dilakukan benar-benar dapat dibandingkan. Sebagai contoh alat ukur kinerja yang sering digunakan adalah pengembalian atas ekuitas (return on equity-ROE).

INOVASI KEUANGAN
Manajemen risiko telah menjadi istilah yang popular dalam lingkungan perusahaan dan manajemen. Ketergantungan yang ditimbulkan terhadap praktik pelaporan internasional dan kebingungan yang timbul dari perbedaan pengukuran produk risiko keuangan.

MERGER DAN AKUISISI LINTAS BATAS NEGARA
 Seiring dengan berlanjutnya trend global atas konsolidasi industry, berita mengenai merger dan akuisisi internasional praktis merupakan kenyataan seharai-hari. Apabila merger umumnya diringkas dengan istilah sinergi operasi atau skla ekonomi, akuntansi memainkan pernana yang penting dalam mega konsolidasi ini karena angka-angka yang dihasilkan akuntansi bersifat mendasar dalam proses penilaian peruahaan. Perbedaan aturan pengukuran nasional dapat memeperumit proses penilaian perusahaan.

INTERNASIONALISASI PASAR MODAL
Faktor yang mungkin banyak menyumbangkan perhatian lebih terhadap akuntansi internasional di kalangan eksekutif perusahaan, invetor, regulator pasar, pembuat standar akuntansi, dan para pendidik ilmu bisnis adalah internasionalisasi pasar modal seluruh dunia. Rata-rata ukuran dan volume perdagangan per tahun atas perusahaan yang mencatatkan sahamnya telah tumbuh secara besar, yang sebagian diakibatkan oleh merger dan akuisisi, yang juga berakibat pada penghapusan pencatatan saham (delisting) yang dilakukan beberapa perusahaan terkait. Tiga wilayah pasar ekuitas terbesar adalah Amerika Utara, Asia Pasifik, dan Eropa.

1. AMERIKA UTARA
Ekonomi AS dan pasar sahamnya mengalami pertumbuhan tanpa henti selama tahun 1990-an. Relative pentingnya Amerika Utara dalam pasar ekuitas global juga meningkat: kapitalisasi pasar di Amerika Utara dalam prosentase terhadap total global berada pada posisi 57,2 persen pada awal tahun 2000.
2. ASIA PASIFIK
Hingga akhir-akhir ini, banyak ahli yang memperkirakan Asia akan menjadi wilayah pasar ekuitas kedua terpenting. Prospek pertumbuhan masa depan dalam pasar ekuitas Asia tampak kuat. Demikian juga, pemerintah dan bursa efek di Asia berada di bawah tekanan untuk memperbaiki kualitas dan kredibilitas pasar untuk menarik para investor.
3. EROPA
Eropa adalah wilayah pasar ekuitas terbesar kedua di dunia dalam hal kapitalisasi pasar dan volume perdagangan. Pasar ekuitas Eropa akan terus tumbuh. Arus ekuitas lintas batas meningkat dalam prosentase dibandingkan peningkatan arus obligasi lintas batas, sebagian karena ekuitas merupakan investasi yang menguntungkan sejak jatuhnya pasar pada bulan Oktober 1987.

BUDAYA EKUITAS YANG BARU DI EROPA KONTINENTAL
Dasar lebih lanjut untuk memperkirakan pertumbuhan berkelanjutan di pasar ekuitas Eropa adalah bertumbuhnya budaya ekuitas di Eropa. Perusahaan di Eropa Kontinental telah memulai upaya untuk meningkatkan lingkup pengungkapan yang dilakukan, memperbaiki pelaporan keuangan, dan memperkuat tata kelola perusahaan selama tahun 1990-an untuk menarik modal baru dan minat investor. Namun demikian, banyak dari perusahaan-perusahaan ini, termasuk beberapa diantaranya perusahaan terbesar di dunia, masih tertinggal jauh dari pengungkapan dan standar pencatatan saham yang ada di Inggris dan Amerika Utara.

PENCATATAN DAN PENERBITAN SAHAM LINTAS BATAS
Gelombang minat melakukan pencatatan saham lintas batas yang sekarang terjadi pada pasar baru Eropa mengikuti periode tahun 1980-an ketika ratusan perusahaan asing mencatatkan sahamnya pada bursa efek di Eropa. Bukti menunjukkan bahwa perusahaan penerbit saham bermaksud melakukan pencatatan lintas batas di Eropa untuk memperluas kelompok pemegang saham, meningkatkan kesadaran terhadap produk mereka dan/atau membangun kesadaran masyarakat terhadap perusahaan, khususnya di negara-negara dimana perushaan memiliki operasi yang signifikan dan/atau pelanggan utama.
SUMBER: http://nayli0232.blogspot.co.id/2012/01/resume-bab-i-bab-ii-akuntansi.html
 http://wpuji.blogspot.co.id/2015/03/akuntansi-internasional-bab-1.html


Monday, June 8, 2015

translation assigment



-          Akuntansi bedasarkan PSAK 2012 hal. 71

Secara umum PSAK ini bertujuan agar pengguna laporan keuangan dapat memahami sifat, waktu, dan jumlah yang terkait dengan informasi provisi, liabilitas kontijensi, dan aset kontijensi dan memastikan informasi memadai telah diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan. PSAK 57 mengatur pengakuan dan pengukuran provisi, liabiltas kontijensi dan aset kontijjensi [PSAK 57.01]

translate

Generally, PSAK in this chapter intend to let user of Financial statements to comprehend the characther, time and quantity that can related into information provision, contingent liabilities and also contingent asset, and make sure that  information has disclosed in every note of financial statements. PSAK 57 set the recognition and measurement of provision, contingent liabilities and contingent assets [PSAK 57.01]
-          (Akuntansi bedasarkan PSAK 2012 hal. 71)

Monday, May 25, 2015

what will i be in the next 5 years


Since I was a child, I had a lot of dreams. The first one was to become a Doctor, and later I realized that becoming a doctor was soo hard so I gave up and decided to choose another dream. Back when I was a freshman in high school, I was atrracted in buildings and interior design so I decided to become a architect. But then I realized I sucks at drawing so later I gave up In becoming an architect and decided to become an accountant, which is why now I’m currently studying economics and majoring in accounting. 
 
Why did I decided to be an accountant? Basically, I like counting money and I also like accounting and math  more than any other subject in my high school days such as physics, geography, art and many more. That’s why I thought being an accountant would be nice.

Less than two semester ahead, I will be graduating as a bachelor of economics  and later I will be start working in a company as a part of financial department. And in the next five years I will probably still trying to becoming a succesful career woman and I will probably meet my destiny and married and having a kids and live happilly together as a little family. It would be great as well if I can be accepted in a big company or work in banking with a high sallary. 

I wish what I have wrote above would be come true in the next five years.

Friday, May 1, 2015

Kalimat Future tenses dan modal



1.            (+) I will tell him the truth later
   (-) I won’t tell him the truth later
   (?) will i tell him the truth later?

2.            (+) she’s going to give him a present
                (-) she isn’t going to give him a present
                (?) is she going to give him a present?

3.            (+) he will see you next week
                (-) he won’t see you next week
                (?) will he see you next week?

4.            (+) she will cook you something delicious next Sunday
                (-) she won’t cook you something delicious next Sunday
                (?) will she cook you something delicious next Sunday?

5.            (+) I’m going to surprise her tonight
                (-) I’m not going to surprise her tonight
                (?) am I going to surprise her tonight?

6.            (+) I can show him the result tomorrow
                (-) I can’t show him the result tomorrow
                (?) can I show him the result tomorrow?

7.            (+) we shall make her feel better
                (-) we shall not make her feel better
                (?) shall we make her feel better?

8.            (+) I may give you the answer next week
                (-) I may not give you the answer next week
                (?) may I give you the answer next week?

9.            (+) we can throw a birthday party this Saturday
                (-) we can’t throw a birthday party this Saturday
                (?) can we throw a birthday party this Saturday?

10.          (+) I shall cut my hair shorter
                (-) I shall not cut my hair shorter
                (?) shall I cut my hair shorter?

Friday, April 24, 2015

translate a paragraph from bahasa into english



Diambil dari buku PSAK 2012 hal 87:
“penyetoran modal baru oleh investor tidak dianggap sebagai pendapatan. Pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto dari manffat ekonomi yang diterima dan dapat diterima oleh entitas untuk dirinya sendiri. Jumlah yang ditagih atas nama pihak ketiga, seperti pajak pertambahan nilai dan harga pokok tiket yang dijual oleh agen perjalanan bukan merupakan manfaat ekonomi yang mengalir ke entitas dan tidak mengakibatkan kenaikan ekuitas dank arena itu tidak dianggap sebagai bagian pendapatan.” – (buku PSAK 2012: 87)

Simple tense
“the new capital injection by an Investor isn’t considered as a revenue. Revenue consists of gross inflows and economic benefits that can be accepted by an entity itself. Amount billed on behalf of third parties, such as value added taxes and cost of goods sold of tickets which is sold by travel agent is not considered as economic benefits that flows into enitiy and not result in equity increase and due to that will not considered as a part of revenue.” – (PSAK 2012:87)
Past tense
“the new capital injection by an investor wasn’t considered as a revenue. Revenue consisted of gross inflows and economic benefits that could be accepted byan entity itself. Amount billed on behalf of third parties, such as value added taxes and cost of good sold of tickets which was sold by travel agent was nit considered aseconomic benefits that flows into entity and not resulted in equity increase and due to that would not considered as a part of revenue.” – (PSAK 2012:87)
 
Copyright 2012 Just the way I am :p. Powered by Blogger
Blogger by Blogger Templates and Images by Wpthemescreator
Personal Blogger Templates